Thursday, February 5, 2009

Songehan aku

Aku hampir habis membaca buku pasal Kuching. Seriously, the content of this book is very good. Aku boleh cadangkan buku ini untuk di jadikan bahan bacaan, especially for those who are interested in Kuching history.
There are few facts in the book that really caught my intention. First of all, I did wonder where the name Pangkalan Sapi came from. It was stated here in the book on page 29; the name came from as a reminder that there were used to be a farm, a private dairy farm called Astana Farm which supplied the European officers and civilians as it was quoted in the book, fresh milks. And occasionally it supplied the European & the Muslims beef from old or indisposed cattle. Pangkalan Sapi was actually the cattle’s watering spot where nowadays the tambang load and unload their fares.
Another one that really caught my attentions was the origin of the Malays elite. Before this I never knew that Merpati Jepang was actually a name of the son of Datu Merpati, whom married to the eldest daughter of Raja Jarom of Johore, Datu Permaisuri. Merpati Jepang then married to Dayang Murdiah, and all the datu had claimed that they were from Merpati Jepang lineage regal geneology. Surprised surprised.
The name of the kampong such as Kampong Gersik, Kampong Surubaya and Kampong Boyan were named after their places of origin or their leaders.
Minta maaf sekiranya aku menggunakan bahasa rojak English and Bahasa. Bukannya apa, Cuma rasa lebih selesa. Ada juga beberapa frasa ayat orang Melayu Sarawak yang aku dapat cungkil asal-usul sebutannya. Sebagai contoh, masa aku kecik2 dahulu , aku selalu terdengar ibu atau bapaku menyebut orang pereman. Dan dari buku ini , aku menemui maksud istilah tersebut. Orang Pereman atau pun sebutan yang sebetulnya adalah ‘The FreeMan’, merujuk kepada orang temapatan yang telah dibebaskan oleh Rajah Brooke dari menjadi hamba.
So aku rasa, disebabkan oleh sebutan orang tempatan yang mungkin tidak mahir berbahasa English pada masa itu telah menjadikan nya berbunyi sedemikian. Mungkin Rajah Brooke pada masa membebaskan mereka menyebut kepada mereka,”You are a freeman”, tetapi disebablan sebutan dan penerimaan yang salah barangkali, mereka mengatakan , “ Rajah memanggil aku dengan “pereman”(freeman)”. Dan mereka pun menguarkan kepada orang lain bahawa Rajah telah memberi gelaran pada mereka “orang Pereman”. Aku rasa lah ……..

Kalau dapat aku mauk ceritakan semua isi kandungan buku dalam ini, tapi bagus kalau anda sendiri membacanya….

2 comments:

One Other ... said...

You've been linked! Heheh.

Buat lah sinopsis buku ya.

Uncle Seven said...

Sinopsis...ok momantai...tunggu...

Keluhan rasa anak Sarawak

Akhirnya dapat peluang nak menulis, setelah sekian lama terhenti disebabkan kesibukan. Alhamdulillah kerana masih lagi bernafas, masih lagi...